Thursday, February 5, 2015

choices


yes.
 
sekali imbas, semua orang punya pilihan untuk buat apa sahaja yang mereka mahukan dalam hidup. ada orang kata, kita pilih samada kita mahu jadi kaya atau miskin. kita pilih untuk berusaha atau duduk bermalas-malas. kita pilih untuk jadi baik daripada jahat.
 
tapi janganlah sesekali kita lupa. Allah itu yang maha pengatur segala-galanya. aku suka nak quote kata-kata kak Munirah Hamid (Pertiwi Soup Kitchen):
 
"We forget that some people are born with the odds stacked so high against them, they are unlikely to succeed. We forget what it means to be born with less intelligence, less complications, less beauty, less luck, less love."
 
kita tiada pilihan kalau kita dilahirkan sebagai anak seorang pelacur. celik2 mata sahaja kita jadi anak gelandangan. hidup hanyalah day to day survival. solat? puasa? apa tu? tidak termasuk dalam kamus hidup. semuanya semberono. semuanya tangkap muat. semuanya asal ada. asal boleh. itu sahaja dunia yang kita tahu. outside world is a totally foreign concept. from a different planet. ok ini worst case scenario. being born to a homeless. of course dengan izin Allah these people can actually beat the odds and excel in life. tapi berapa kerat sangat?
 
my point is, hati2 ketika berbicara dan meluahkan pendapat. kadang kala kita dabik dada dan mengaku yang berkat usaha keras kita, kita berjaya sepertimana kita sekarang. kita cebik orang yang nampaknya malas dan tak mau berusaha sungguh-sungguh. kita jumpa orang bodoh dan tak faham kenapa orang itu tak mau belajar untuk pandaikan diri dia sendiri. kita seru orang sekeliling kita dengan harapan memang melihat dunia sepertimana kita. kita lupa bahawa setiap sesuatu sudah tertulis di Luh Mahfuz. we are where we are now exactly where Allah wants us to be.
 
janganlah ada rasa hebat walau sedikitpun dengan apa yang kita ada sekarang. kerana hakikatnya, kita tak pernah punya apa-apa pun. kita rasa kita pandai, Allah yang izin. kita ada inisiatif untuk mengupgrade diri kepada yang lebih baik, itu pun Allah yang gerakkan hati kita. jangan rasa kerana pilihan2 bombastic yang kita buat dalam hidup kita selama ini buatkan hidup kita lebih baik dari dulu. it's all Allah's plan. we are just mere puppets playing our parts, like what Allah had ordered us since day 1. according to our book of life.
 
stop looking at people like we are looking at ourselves. setiap seseorang daripada kita ada fungsi dah tugas masing2 didunia yang fana ini. si pandai ada tugasnya.si bodoh juga begitu. si baik ada tujuannya. si jahat juga begitu. si kaya ada fungsinya. si miskin juga begitu. Islam is the perfect religion that appreciate and celebrate all aspect of people from all aspect of life. Allah cuma nak tengok siapa antara kita yang paling baik amalannya. we are only supposed to learn from each other. so learn we must. stop talking on behalf of others. stop hoping that people will think like we do. it's just not gonna happen.
 
until the end of this world.

4 comments:

pau said...

1st time read ur blog terus suka n inspired. Tq for remind us...keep doing this.....

AS said...

Hi, I came across your blog and I enjoyed reading your amazing stories. Interested to collaborate? Email me at nurul.aini@zalora.com.my. I couldn't find your email so I am leaving a comment to u. Hope to hear soon. Thanks! Ps: this is NOT a spam yah haha :)

Dewi Aja said...

Perkenalkan, saya dari tim kumpulbagi. Saya ingin tau, apakah kiranya anda berencana untuk mengoleksi files menggunakan hosting yang baru?
Jika ya, silahkan kunjungi website ini www.kumpulbagi.com untuk info selengkapnya.

Oh ya, di sana anda bisa dengan bebas mendowload music, foto-foto, video dalam jumlah dan waktu yang tidak terbatas, setelah registrasi terlebih dahulu. Gratis :)

Jennifer Lee said...

Thank you for this post I certainly agree with what you say , I have been talking about this subject a lot lately with my brother so hopefully this will benefit us all Read More

 

Casa Arina © 2009 ::Casa Arina:: | Designed by: Juazlan | Powered by: Blogger